Jumat, 28 November 2014

Kisah Nyata: Tukang Bubur [Candil] Naik Haji






Namanya Sariyah, perempuan berusia 52 tahun warga Desa Karanglewas Kidul, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, yang telah melaksanakan ibdaha haji beberapa bulan lalu (2014).

Beliau melaksanakan ibadah bukan karena dapat rezeki nomplok. Sariyah, yang merupakan penjual bubur candil keliling. Penyebab beliau bisa pergi ke Mekah karena ia tekun menabung sejak 1990. Artinya beliau menabung selama 24 tahun.

"Saya kalau nabung tidak setiap hari, kadang dua atau tiga hari sekali, bahkan jika memang tidak ada sisa uangnya, saya baru satu minggu menabung. Itu pun sekali menabung saya hanya Rp 20.000," ungkap dia yang ditemui di rumahnya, Minggu (7/9/2014).

"Setiap hari, dari hasil keliling jualan bubur candil sama sepeda biasanya saya dapat Rp 20.000 sampai Rp 30.000. Ya kadang-kadang malah kurang dari itu," kata Sariyah.

Dengan kebulatan tekad ia mulai menabung dan megumpulan pundi-pundi rupiah. Dia mendaftar pemberangkatan haji ke Kantor Kementerian Agama Banyumas pada tahun 2010 lalu. Namun, dia harus masuk dalam daftar antrean dan baru akan berangkat haji pada 2014. "Saat itu, saya mendaftar dengan uang Rp 25 juta dan harus mengantre empat tahun," ujar beliau.

Meski sudah mendaftarkan diri, Sariyah tetap pada kebiasaannya menabung. "Saya nabung terus karena uangnya kan masih kurang untuk ongkos dan sangu (bekal) haji," lanjut beliau.

Satu kunci untuk bisa mewujudkan niat beribadah haji, menurut dia, adalah berdoa dan katakunan. "Kuncinya hanya satu, niatnya harus sungguhan dan selalu berdoa kepada Allah SWT, lalu kita berusaha," ungkap dia.

Dulu, sebelum menggunakan sepeda onthel untuk berjualan, dia hanya menggendong barang dagangannya. "Dulu waktu jualan menggunakan gendong, setiap hari penghasilan saya antara Rp 5.000 sampai Rp 7.000. Alhamdulilah sekarang sudah lumayan," kata perempuan satu anak ini.

Sudah lebih dari 10 tahun, Sariyah harus hidup sendiri sejak suaminya meninggal dunia. Selama itu, dia menggantungkan hidupnya dari pendapatan sebagai penjual bubur candil keliling.

"Alhamdulillah dari hasil usaha sebagai penjual bubur candil keliling saya bisa menyekolahkan putra saya," ungkap dia.

Sariyah memiliki satu-satunya putra, bernama Ilham Setiawan, sudah bekerja dan memiliki keluarga kini tinggal di Jakarta. Sariyah akan menjadi salah satu calon jemaah haji yang bertolak ke Tanah Suci dengan kelompok penerbangan 47. "Berapa pun pendapatan saya setiap hari, saya selalu syukuri," ujar dia mengakhiri perbincangan.

Demikian kisah inspiratif ini saya sajikan semoga menjadi batu loncatan untuk kita segera menyusul beliau bertolak ke tanah suci. Aamiin.. Wassalamu'alaikum...


Sumber: Kompas, dengan perubahan

Kiat Sukses Wujudkan Ibadah Haji



1. Berdoa Kunci Utama
Berdoa adalah memohon atau meminta suatu yang bersifat baik kepada Allah SWT. Seperti kita ketahui, manusia memiliki keterbatasan. Ketika kita memiliki kebutuhan yang tidak sanggup diselesaikan maka kepada siapa lagi kita meminta bantuan selain kepada Allah yang Maha Kuasa. Oleh sebab itu, mari berdoa kepada Allah swt agar diberikan rezeki agar bisa membayar ongkos naik haji, diberikan kesehatan dan kemampuan fisik agar bisa melaksanakan haji dengan baik, dan diberikan kemudahan serta kelancaran selama berhaji. Tentu saja, terdapat beberapa etika agar doa ingin naik haji dikabulkan, seperti memuji Allah dan bersalawat kepada Nabi Muhammad saw sebelum berdoa, mencari waktu-waktu istimewa untuk berdoa, dan sebagainya.
"Dan Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina-dina'." (TQS. Al-Mukmin[40]: 60)

2. Banyak-banyaklah bersedekah
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rizki), dan kepadaNyalah kamu dikembalikan." (Al-Baqarah[2]: 245).

Tidak ada orang yang menjadi miskin karena bersedekah. Tentunya, sedekah yang diberikan secara ikhlas karena Allah swt. Agar lebih efektif, hendaknya sedekah yang kita lakukan diiringi dengan doa yang kita inginkan. Yakinlah, Allah swt Maha Kaya. Allah pun telah berjanji memberikan pembayaran yang berlipat ganda, termasuk hajat kita untuk naik haji. Oleh sebab itu, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar sedekah haji kita diterima dan membuahkan kebaikan yang berlipat ganda. Berbicara tentang hubungan sedekah dengan naik haji, terdapat kisah menarik dari ust. Yusuf Mansur dalam artikel "Naik Haji karena Sedekah".

3. Ikuti Walimatus Safar
Pada dasarnya, walimatus safar adalah jamuan yang dilakukan sebelum bepergian jauh. Dalam acara ini, pihak yang berhajat untuk melakukan perjalanan jauh meminta doa dari para hadirin agar diberikan keselamatan dan tercapai tujuannya dengan baik. Begitu pula dengan jamaah calon haji yang hendak menuju tempat yang jauh, yaitu Mekkah dan Madinah.
Nah, sangat baik jika kita bertemu dengan jamaah calon haji dan meminta mereka untuk mendoakan kita agar bisa memenuhi panggilan berhaji. Apalagi jika kita sudah mengenal mereka sebelumnya. Perlu diingat, doa dari mereka yang menunaikan ibadah haji dan umrah, insyaallah, dikabulkan oleh Allah swt. Sebagaimana yang telah tercantum dalam sebuah hadits,
Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sesungguhnya beliau bersabda: "Orang-orang yang haji dan orang-orang yang pergi 'Umrah adalah utusan Allah, jika mereka berdo'a kepada-Nya, niscaya Ia akan mengabulkan mereka, dan jika mereka meminta ampun, niscaya Ia akan mengampuni mereka." (HR. Ibnu Majah)

4. Perbanyak Menyimak Perjalanan Haji
Salah satu faktor yang menyebabkan seseorang enggan naik haji di antaranya disebabkan ketidaktahuan kondisi saat melaksanakan haji. Baik ketika mengurus surat-surat di tanah air, saat keberangkatan di embarkasi, apa yang harus dilakukan saat telah tiba di tanah suci, dan sebagainya. Bagi mereka yang awam, bayangan naik haji adalah berada di antara ribuan jamaah calon haji dari seluruh dunia, di tempat yang asing, dan berada dalam iklim yang panas terik. Apa jadinya jika saya tersesat?

Tentunya, banyak hal yang harus diketahui sebelum kita menunaikan ibadah haji. Semakin tau banyak hal akan membuat niat naik haji semakin mantap. Dengan banyak mendengar kisah dan pengalaman para haji, kita akan mengetahui masalah apa saja yang biasanya dialami ketika menunaikan ibadah haji ini. Kita juga bisa mengetahui solusi apa yang dilakukan jamaah tersebut untuk mengatasi masalahnya. Dengan begitu, kita bisa membayangkan apa saja yang bisa dilakukan ketika masalah tersebut menghampiri kita.

5. Kuasai Manasik Haji
Manasik haji adalah tata cara menjalankan ibadah haji dan umrah. Sebagaimana ibadah lainnya, syarat diterimanya amal ibadah yaitu benar secara niat dan benar pula tata caranya. Jadi, ketika kita ingin naik haji maka kita juga perlu tahu tata cara pelaksanaan ibadah haji.

Bagaimana tata cara manasik haji? Jangan khawatir, setelah mendaftarkan diri sebagai jamaah calon haji, kita akan mendapatkan bimbingan melaksanakan manasik haji. Kegiatan bimbingan manasik haji oleh KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) biasa dilaksanakan sebelum jamaah calon haji berangkat ke tanah suci.

6. Buka Tabungan Haji
Naik haji jelas membutuhkan biaya, yang disebut juga dengan ONH (Ongkos Naik haji). Oleh sebab itu, Anda yang ingin pergi naik haji harus menyediakan dana tersebut. Adapun salah satu cara yang logis dilakukan adalah membuka tabungan haji.

7. Lakukan Teknik Affirmasi
Afirmasi merupakan upaya untuk membangkitkan sugesti pribadi yang akan mempengaruhi tingkat keyakinan. Semakin yakin sesuatu akan terwujud maka semakin dekat pula impian menjadi kenyataan. Affirmasi ini juga bisa kita katakan sebagai usaha menanamkan prasangka baik dalam diri kita.

Demikian semoga banyak manfaat yang dapat kita ambil dari coretan kali ini. Wassalamu'alaikum...

Tips Menjaga Kesehatan Selama Berhaji



Ibadah Haji merupakan ibadah dengan perjalanan panjang dan banyak kegiatan yang begitu menguras tenaga. Begitu juga secara otomatis beresiko pada kesehatan tubuh. Dilatarbelakangi oleh perbedaan suhu, iklim antara tanah air dengan tanah suci. Berikut ini beberapa tips menjaga kesehatan saat berhaji:

Pertama, Hal yang perlu diperhatikan jamaah haji adalah kebersihan minuman dan makanan yang hendak dikonsumsi. Perjalanan panjang selama 10 jam antara Madinah dan Mekah dalam cuaca panas terik pastilah akan membuat para jamaah haji lelah dan kehausan. Untuk itu selalu perhatikan hal tersebut saat dalam perjalanan berhaji anda.

Kedua, Sebaiknya para jamaah haji membekali diri dengan air mineral botol atau jika ingin yang natural bisa dipilih air Zam zam. Air Zam Zam aman diminum walau mentah karena mengandung flouride tinggi yang mampu membunuh kuman. Sehingga resiko dehidrasi selama dalam perjalanan tidak akan terjadi.

Ketiga, Periksa dengan teliti kebersihan tempat makan yang akan dipilih. Misalnya di distrik Haram, sebaiknya jamaah haji menghindari untuk makan di restauran yang kelihatan kurang bersih. Cari tahu terlebih dahulu kebersihan restauran pilihan anda sebelum memutuskan makan disana amatlah penting dilakukan.

Keempat, Jemaah haji disarankan untuk selalu membawa sabun pribadi di dalam tas yang selalu dibawa kemana-mana. Lebih baik sedikit repot dan bijak daripada terserang sakit perut dan ibadah menjadi terhambat, bukan? Dengan memerhatikan kebersihan dan kesehatan makanan dan minuman yang dikonsumsi, Insya Allah kondisi fisik para jamaah haji selalu prima untuk mengikuti rangkaian Ibadah Haji di tanah suci.

Kelima, Sebaiknya jangan menyimpan jatah makanan. Jika jamaah haji mendapat jatah makanan yang masih hangat dan segar, hendaknya segera dikonsumsi, tak perlu disimpan, sebab dikhawatirkan akan menjadi basi dan akan menyebabkan sakit perut jika dikonsumsi kemudian.

Keenam, Perhatian terhadap penyakit yang telah diidap sedari di tanah air amatlah penting. Naik haji merupakan kegiatan yang melelahkan, kendala fisik kadang-kadang berbahaya, teruta ma bagi orang tua. Seyogyanya sebelum keberangkatan, memeriksakan diri dan berkonsultasi pada dokter keluarga, sehingga dokter untuk meminimalisir terjadinya komplikasi penyakit.

Ketujuh, Pentingnya ketua kelompok untuk memerhatikan kondisi kesehatan anggotanya, sehingga selalu tanggap dan waspada. Sebagian besar kaum lanjut usia mengalami resiko pembengkakan pembuluh darah yang mengakibatkan gagal vena atau masalah jantung. Bagi yang memiliki tekanan darah tinggi juga harus berhati-hati. Intinya selalu waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan yang membahayakan kesehatan anda.

Kedelapan, Ada baiknya selalu lakukan konsultasi dengan dokter dalam kelompok. Bagi yang mengidap diabetes, tidak berarti harus berhenti makan karena takut gula darah naik. Sebaiknya tetap makan makanan diet seperti salad buah dan makanan kecil rendah gula, serta tidak tidur di siang hari dan lebih memperhatikan penanganan luka-luka kecil akibat terinjak atau terdorong.

Lesembilan, Memperhatikan kecukupan beristirahat. jamaah haji Butuh stamina yang baik untuk bisa mengikuti rangkaian Ibadah Haji. Untuk itu, cukup istirahat mutlak diperlukan. Jangan sampai gara-gara terlalu banyak jalan-jalan dan belanja, kondisi fisik menjadi drop dan menjadi tak cukup fit untuk mengikuti ibadah. Stamina jamaah haji harus benar-benar dijaga, agar bisa menjalankan ibadah di Padang Arafah saat puncak Ibadah Haji berlangsung.

Kesepuluh, Selalu sediakan krim. Bagi jamaah haji yang berkulit sensitif, ada baiknya menggunakan krim anti jamur. Krim anti nyamuk juga dianjurkan untuk melindungi diri dari gigitan serangga. Gunakan krim untuk menjaga kelembaban kulit dan melindungi kulit dari sengatan matahari.


Demikian tips menjaga kesehatan selama berhaji, mudah-mudahan ada manfaatnya bagi kita semua. Tetaplah berdo'a agar kita selalu diberi kesehatan. Aamiin... Wassalamu'alaikum...

Kamis, 27 November 2014

Rukun Umroh

1. Niat Ihram

Niat Ihram adalah niat untuk mulai melakukan umroh atau haji. Jika tidak diniatkan umroh atau hajinya maka tidak sah.

2. Thawaf Ka'bah

Yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali, dimana tiga putaran pertama dengan lari – lari kecil (jika mungkin), dan selanjutnya berjalan biasa. Tawaf dimulai dan berakhir di Hajar Aswad dengan menjadikan Baitullah disebelah kiri.

3. Sa'i (berjalan atau berlari-lari kecil)

Sa'i adalah rukun umroh ke-tiga yang dilakukan setelah rukun-rukun pertama dan kedua yaitu Niat Ihram di Masjid Birr Ali Madinah dan Thawaf di Masjidil Haram Makkah.

4. Tahallul

Tahallul secara harfiah artinya dihalalkan. Yakni dihalalkan bagi para jamaah umroh untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang ketika mulai melakukan ihram.

Tahallul disimbolkan/dilaksanakan dengan mencukur rambut minimal sebanyak 3 helai.

5. Tertib

Tertib artinya rukun-rukun ini harus berurutan dimulai dari rukun umroh yang pertama hingga keempat. Kalau tidak maka umrohnya tidak sah.

Itulah rangkaian Rukun Umroh dan setelah keempat rukun umroh itu selesai, maka selesai pula rangkaian ibadah umroh.

Rabu, 26 November 2014

Fadillah Air Zam-Zam yang Diberkahi



Kali ini saya ingin berbagi tentang fadillah air yang paling mulia dimuka bumi , yaitu air zam-zam. berikut ulasannya:

Pertama, air zam-zam adalah air yang penuh keberkahan. Air zam-zam adalah sebaik-baik air di muka bumi ini. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, yang terjemahannya sbb;
"Sebaik-baik air di muka bumi adalah air zam-zam. Air tersebut bisa menjadi makanan yang mengenyangkan dan bisa sebagai obat penyakit."
Boleh mengambil keberkahan dari air tersebut karena hal ini telah diisyaratkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Dianjurkan bagi orang yang meminum air zam-zam untuk memerciki air tersebut pada kepala, wajah dan dadanya. 

Kedua, air zam-zam bisa menjadi minuman sekaligus makanan yang baik.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyebut air zam-zam, yang terjemahannya sbb;
"Sesungguhnya air zam-zam adalah air yang diberkahi, air tersebut adalah makanan yang mengenyangkan."

Ketiga, air zam-zam bisa menyembuhkan penyakit. Sampai-sampai sebagian pakar fiqih menganjurkan agar berbekal dengan air zam-zam ketika pulang dari tanah suci untuk menyembuhkan orang yang sakit. Dalilnya, dulu 'Aisyah radhiyallahu 'anha pernah membawa pulang air zam-zam (dalam sebuah botol), lalu beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah melakukan seperti ini. Diriwayatkan dari yang lainnya, dari Abu Kuraib, terdapat tambahan,
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah membawa air zam-zam dalam botol atau tempat air. Ada orang yang tertimpa sakit, kemudian beliau menyembuhkannya dengan air zam-zam."

Keempat, do'a bisa terkabulkan melalui keberkahan air zam-zam
Dianjurkan memperbanyak do'a ketika meminum air ajaib ini. Ketika meminumnya, hendaklah ia meminta pada Allah kemaslahatan dunia dan akhiratnya. Sebagaimana hal ini terdapat dalam hadits, dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, yang terjemahannya sbb;
"Air zam-zam sesuai keinginan ketika meminumnya." artinya ketika berdo'a apa saja dikala meminum air zam-zam maka doanya mustazab.

Demikian sedikit ulasan mengenai Fadillah Air Zam-Zam yang Diberkahi Allah SWT. Betapa senangnya ketika memiliki persediaan air yang diberkahi ini dirumah. Namun sungguh tidaklah mudah mendapatkannya selain di Tanah Suci Mekah Al-Mukaromah. Wallahu'alam bishawab... Wassalamu'alaikum



Sumber: Kumpulan Hadist 

Berhaji dan Cerminan Akhlak Mulia


Ibadah Haji adalah rukun ke-lima dalam ajaran Islam. Ibadah haji merupakan rangkaian ibadah yang memerlukan pengorbanan harta, dan haji adalah salah satu ibadah yang paling agung, yang memiliki kandungan makna serta kedalaman hikmah. Ibadah haji adalah salah satu madrasah yang sangat agung, untuk menggembleng keimanan seorang muslim. Menurut pendapat ulama.
وأَذِّن فِي النَّاسِ يَأْتُوكَ رِجَالاً وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُم وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللهِ فِيْ أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُم مِنْ بَهِيمَة الأَنْعَام
"Dan kumandangkanlah ibadah haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus, yang datang dari segenap penjuru yang jauh. Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka, dan agar mereka menyebut Nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan, atas rezeki yang telah Allah berikan kepada mereka berupa binatang ternak."(QS. Al Haj: 27-28)
Ulama mengomentari bahwa yang dimaksudkan dengan kata "menyaksikan manfaat" tersebut tidaklah sebatas melihat, akan tetapi mendapatkannya.
Ibnu Abbas menafsiri kata ( مَنَافع ) ayat ini dengan mengatakan: "Manfaat di dunia dan manfaat di akhirat, adapun manfaat di akhirat adalah keridhoan Allah 'azza wa jalla, dan manfaat di dunia adalah mendapatkan pembagian daging korban, sesembelihan, dan perdagangan." (Ad Durrul Mantsur 6/37)
Dan Al Mujahid menafsirkan dengan berkata: "Manfaat adalah perdagangan dan setiap hal yang menjadikan Allah ridho dari urusan dunia dan akhirat." (Tafsir At Thobari 17/147)
Berhaji tidaklah sebatas melaksanakan rentetan amalan sakral yang tidak diketahui manfaat dan hikmahnya. Namun sejatinya ibadah haji sama halnya dengan ibadah-ibadah lainnya- penuh dengan hikmah yang indah nan agung. Jika kita perhatikan lebih mendalam, akan ada perubahan sikap dan mental serta kadar keimanan seseorang yang tengah menunaikan ibadah haji. Jika dilaksanakan dengan cinta dan ikhlas mengharap rihdo Allah SWT. Alangkah lebih mulia jika menata akhlak sedari dini dengan tetap berserah pada ketetapan yang Maha Kuasa. Wassalamu'alaikum...

Sumber: berbagai referensi dengan perubahan

Ada Tahayul Di Tahah Suci?


Kebanyakan orang beranggapan bahwa di Tanah Suci tidak ada yang namanya tahayul, dan sejenisnya. Karena di Tanah Suci terkenal dengan gerakan penolakan akan perbuatan demikian dengan ideologi Wahabi yang memang terkesan asing bagi umat muslim di tanah air Indonesia. Namun, kenyataan dilapangan tidak demikian. Ada saja amalan tahayul yang kerap terjadi. Setidaknya, terdapat beberapa perbuatan tersebut seperti di bawah ini:

Pertama, Terkesan memuja Ka'abah. Rumah Allah ini sebenarnya hanya bangunan simbolis yang dimuliakan. Ia adalah simbol pemersatu umat sebagai arah kiblat umat muslim seluruh dunia.

Kedua, Berlebihan dalam mengagungkan Hajar Aswad . Memang tak dipungkiri banyak orang yang ingin mencium Hajar Aswad. Namun, Nabi hanya menganjurkan saja—sebagai penghormatan terhadap batu yang diletakkan pertama kali oleh Nabi Ibrahim tersebut. Tidak perlu memaksakan untuk mencium jika memang tidak memungkinkan. Lakukan jika memungkinkan saja.

Ketiga, Mengambil kerikil. Ini cerita yang aneh bin ajaib! Ada orang yang hobinya mengumpulkan batu kerikil dari setiap tempat yang menjadi bagian dari rangkaian ibadah umrah dan haji. Misal, ketika mengambil start (miqat) umrah di Bir Ali Madinah, dia ambil kerikil satu buah. Ketika sampai di depan pondokan di Mekah ambil satu buah. Ketika sampai di Masjidil Haram ambil kerikil satu buah. Ketika sampai di Arafah ambil kerikil satu buah. Katika sampai di Muzdalifah ambil kerikil satu buah. Ketika di Mina ambil kerikil satu buah. Ketika di Jamarat ambil kerikil satu buah. Jika telah terkumpul semua sesuai dengan jumlah yang ditentukan, akan dibawa pulang untuk jimat. Lagi-lagi jimat! Mau pergi berhaji atau mau buka praktik perdukunan?

Keempat, Tersugesti pada air zam-zam. Semua orang mengetahui, bahwa air zam-zam itu adalah air yang penuh dengan berkat. Bisa untuk menghilangkan haus sekaligus bisa untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Nabi bersabda yang intinya: air zam-zam bisa bermanfaat sesuai dengan keinginan apa yang diinginkan oleh peminumnya, untuk menghilangkan haus bisa, untuk menjadikan perut kenyang bisa, bahkan untuk menyembuhkan penyakit sekalipun bisa, tergantung niat dan kesungguhan doa yang dipanjatkan kepada Allah Yang Tunggal.

Kelima, Khurafat di depan makam Nabi. Pebuatan khurafat di depan makam tidak hanya monopoli orang Indonesia ketika berziarah di makam para wali atau orang yang dianggap keramat. Walaupun tempat tersebut telah dijaga 24 jam. Perbuatan seperti itu kerap terjadi depan makam Nabi dan para sahabatnya.

Demikian semoga menjadi pelajaran yang dapat kita ambil hikmahnya. Wassalamu'alaikum...



Sumber: bimasislam.depag.go.id dengan perubahan